“YA ALLAH, KIRIMKAN
UNTUK HAMBA SESEORANG YANG SETIA YANG BISA MENOPANGKU MENJADI KUAT DISINI”
Jiwaku kesepian
Hatiku menjerit
Dan takdir buruk
menertawakanku
Pelukan yang ku
butuhkan
Senyuman semangat kini
kosong dalam kehidupan
Bahkan ku merasa
sangat miskin
Karna secuil kasih
sayangpun rasanya aku tak punya
Mungkinkah aku
terlalu jauh mengembara
Atau kah memang
sengaja aku dibuang
Ya Tuhan, kirimkan
aku merpatimu
Beserta langit
cerah yang menyinari kesuraman ini
Kirimkan aku
malaikatmu, yang menjelma dalam
sesuatu apapun yang kau mau
sesuatu apapun yang kau mau
Kirimkan lah aku
seorang kawan
Setidaknya untuk
menjadi pelebur sepianku
Elsa gue kangen lu,
kangen gimana elu mukulin tangan gue saat gue jahil ngusilin tanaman. Iming,
kemana kamu le? Aku kangen sikap konyolmu, muka tua mu yang sok imut. Dede, aku
kangen kamu, kangen celotehan kamu yg ga bermutu. Usun, kapan bisa
lempar-lemparan pake buah lagi, marahin kamu karna ngambil jambuku tanpa ijin.
Elvi, meski kamu ga penting, tapi aku kangen, kangen ngehina kamu,
nakut-nakutin kamu lee. Winda, kamu memang nyebelin lee, tapi ADA LO ga asik,
GA ADA lo ga idup.
“ada yang pergi dan ada yang datang”
itulah keyakinan yang menyakitkan untuk gue. Seperti kata Tante Yaya, perpisahan adalah hal yang paling menyakitkan di dunia ini. Dan memang begitulah kenyataannya.
Sakiiiiittt banget, bahkan jauh lebih sakit daripada gue harus kehilangan Selky “cerita lama gue di blog ini”.
Yaa, meski gue ga
kehilangan dalam arti yang sesungguhnya. Tepatnya gue hanya terpisah jarak ama
mereka. Tapi, dengan ini saja gue udah cukup tersakiti. Jadi kalau orang bila
sebuah kata “RINDU” itu manis, itu salah. Rindu itu menyakitkan, karna dibalik
kata RINDU ada sebuah BATAS. Seakan diiris rasanya hati ini disaat lu menyadari
bahwa lu terkena sindrom KANGEN. #bukanKANGENBAND
Dulu banget gue pernah berdoa. Bahwa gue bener-bener
kesepian di pulau orang ini. Dan gue butuh pengganti, pengganti orang-orang yang
sebelumnya mengisi hidup gue disana.
Entah doa itu sekarang benar-benar
terjawab atau mereka masih pelantara. Tapi buat gue, yang sekarang aja udah
cukup. Mereka segalanya dari apa yang gue butuhkan. Ardel yang rela malu
sunsetan BERDUA ama gue (jijik ga lu berdua sunsetan ama orang yang bukan pacar
lo, sesama jenis pula) cuma karna gue bilang gue lagi kangen berat ama
Kalimantan. Ayuk yang siap anter jemput gue pake mobil kemana pun kalo gue lagi
butuh. Ista yang siap pusing tiap kali kerja kelompok dan bantuin gue
mati-matian setiap kali ditunjuk jadi ketua kelompok (entah mengapa satu
kelompok bego banget suka milih gue). Cok in yang rela ga galau, bantuin gue
ujian remed dengan cara paling magic. Pirna yang rela kesana kemari repot buat
ngelindungi gue bayar SPP padahal rumahnya di kutub utara. Anang yang pulang
malem-malem dari liburan manisnya di jogja untuk bantuin gue ngurusin KRS. Dan
Anise yang membantu gue mencapai cita-cita gue, walau sampai sekarang pun dia
ga tau kalo peran dia sehebat itu dalam cerita hidup gue.
Itu cuma bagian kecil
dari banyak hal besar yang telah mereka tulis di warna kehidupan gue. Merekalah
setidaknya yang buat gue ga sedih-sedih banget ketika gue terbang dari
Kalimantan untuk kembali ngelanjutin kuliah gue disini. Mereka adalah harapan
gue, segitu indahnya arti sahabat-sahabat gue ini dalam hidup gue. Sampai saat
gue nulis inipun gue masih sangat terharu dah bersyukur.
Gue memang ga
mendapatkan SESEORANG yang setia yang mampu menopang gue menjadi kuat
disini. Tapi gue mendapatkan BANYAK
ORANG yang setia DAN TULUS yang mampu MENYEMANGATI gue menjadi kuat disini.
Itulah, Tuhan selalu
punya jawaban paling benar untuk kehidupan ini. Termasuk buat gue, buat orang
yang awalnya terlupakan.
Karna untuk cerita yang
sedang gue jalani sekarang, gue menemukan ketulusan dari murninya persahabatan.
Disini gue merasa dipeluk dengan kasih sayang yang abstrak, tapi begitu nyata.
Kehangatan didinginnya kehidupan luar, dengan perasaan yang selalu membakar gue
untuk semangat. Meski kata sayang ga pernah terucap, dan kata cinta ga akan
pernah membuat gue berbunga-bunga, karna memang begitulah persahabatan. Jadi
wajar kalo sampai sekarang gue masih jomblo dan ga mikirin pacaran, karna
dengan apa adanya sekarangpun gue merasa sangat beruntung. Karna ga punya kata
romantis yang bisa gue ungkapkan untuk persahabatan ini, maka AKU MENYEBUTNYA
MERPATI. Karna merpati itu indah saat bersama merpati lainnya, sama seperti
kalian para sahabatku. Indah ceritaku karna kalian bersamaku.
Behind de
teks
“eh kacang ijo buatan ku tuh enak Ndut, cuma kuahnya aja yang tumpah” dan Anang pun nyobain kacang ijonya, 5 detik kemudian muka masam menandakan ada sesuatu yang tidak enak :P
“eh kacang ijo buatan ku tuh enak Ndut, cuma kuahnya aja yang tumpah” dan Anang pun nyobain kacang ijonya, 5 detik kemudian muka masam menandakan ada sesuatu yang tidak enak :P
“Tiko, aku mau konsul,
blablablabla…..” Ayuk dan Tika memberi saran paling masyur #PirnaPuas
“Jangan kaya gitu tik,
ga bole kaya gitu” Tika diam trus pergi #IstaMukaSokSerius
“Ga apa Tik, kita pasti
bantuin kok. Semangat Tik!” #PelukCok
“Aku ga suka susu,
duren, apalagi tape” Tika dan Ardel bengong ga lama bisik-bisik
------------------------------------------
#DIBUAT UNTUK PARA
SAHABAT-SAHABATKU

Tidak ada komentar:
Posting Komentar