Sabtu, 10 Maret 2012

AKU MENYEBUTNYA MERPATI


“YA ALLAH, KIRIMKAN UNTUK HAMBA SESEORANG YANG SETIA YANG BISA MENOPANGKU MENJADI KUAT DISINI”







Jiwaku kesepian
Hatiku menjerit
Dan takdir buruk menertawakanku

Pelukan yang ku butuhkan
Senyuman semangat kini kosong dalam kehidupan
Bahkan ku merasa sangat miskin
Karna secuil kasih sayangpun rasanya aku tak punya

Mungkinkah aku terlalu jauh mengembara
Atau kah memang sengaja aku dibuang

Ya Tuhan, kirimkan aku merpatimu
Beserta langit cerah yang menyinari kesuraman ini
Kirimkan aku malaikatmu, yang menjelma dalam
sesuatu apapun yang kau mau
Kirimkan lah aku seorang kawan
Setidaknya untuk menjadi pelebur sepianku

 

Elsa gue kangen lu, kangen gimana elu mukulin tangan gue saat gue jahil ngusilin tanaman. Iming, kemana kamu le? Aku kangen sikap konyolmu, muka tua mu yang sok imut. Dede, aku kangen kamu, kangen celotehan kamu yg ga bermutu. Usun, kapan bisa lempar-lemparan pake buah lagi, marahin kamu karna ngambil jambuku tanpa ijin. Elvi, meski kamu ga penting, tapi aku kangen, kangen ngehina kamu, nakut-nakutin kamu lee. Winda, kamu memang nyebelin lee, tapi ADA LO ga asik, GA ADA lo ga idup.

“ada yang pergi dan ada yang datang”

itulah keyakinan yang menyakitkan untuk gue. Seperti kata Tante Yaya, perpisahan adalah hal yang paling menyakitkan di dunia ini. Dan memang begitulah kenyataannya.
Sakiiiiittt banget, bahkan jauh lebih sakit daripada gue harus kehilangan Selky “cerita lama gue di blog ini”.
Yaa, meski gue ga kehilangan dalam arti yang sesungguhnya. Tepatnya gue hanya terpisah jarak ama mereka. Tapi, dengan ini saja gue udah cukup tersakiti. Jadi kalau orang bila sebuah kata “RINDU” itu manis, itu salah. Rindu itu menyakitkan, karna dibalik kata RINDU ada sebuah BATAS. Seakan diiris rasanya hati ini disaat lu menyadari bahwa lu terkena sindrom KANGEN. #bukanKANGENBAND


Dulu banget gue pernah berdoa. Bahwa gue bener-bener kesepian di pulau orang ini. Dan gue butuh pengganti, pengganti orang-orang yang sebelumnya mengisi hidup gue disana.


Entah doa itu sekarang benar-benar terjawab atau mereka masih pelantara. Tapi buat gue, yang sekarang aja udah cukup. Mereka segalanya dari apa yang gue butuhkan. Ardel yang rela malu sunsetan BERDUA ama gue (jijik ga lu berdua sunsetan ama orang yang bukan pacar lo, sesama jenis pula) cuma karna gue bilang gue lagi kangen berat ama Kalimantan. Ayuk yang siap anter jemput gue pake mobil kemana pun kalo gue lagi butuh. Ista yang siap pusing tiap kali kerja kelompok dan bantuin gue mati-matian setiap kali ditunjuk jadi ketua kelompok (entah mengapa satu kelompok bego banget suka milih gue). Cok in yang rela ga galau, bantuin gue ujian remed dengan cara paling magic. Pirna yang rela kesana kemari repot buat ngelindungi gue bayar SPP padahal rumahnya di kutub utara. Anang yang pulang malem-malem dari liburan manisnya di jogja untuk bantuin gue ngurusin KRS. Dan Anise yang membantu gue mencapai cita-cita gue, walau sampai sekarang pun dia ga tau kalo peran dia sehebat itu dalam cerita hidup gue.


Itu cuma bagian kecil dari banyak hal besar yang telah mereka tulis di warna kehidupan gue. Merekalah setidaknya yang buat gue ga sedih-sedih banget ketika gue terbang dari Kalimantan untuk kembali ngelanjutin kuliah gue disini. Mereka adalah harapan gue, segitu indahnya arti sahabat-sahabat gue ini dalam hidup gue. Sampai saat gue nulis inipun gue masih sangat terharu dah bersyukur. 


Gue memang ga mendapatkan SESEORANG yang setia yang mampu menopang gue menjadi kuat disini.  Tapi gue mendapatkan BANYAK ORANG yang setia DAN TULUS yang mampu MENYEMANGATI gue menjadi kuat disini.


Itulah, Tuhan selalu punya jawaban paling benar untuk kehidupan ini. Termasuk buat gue, buat orang yang awalnya terlupakan.


Karna untuk cerita yang sedang gue jalani sekarang, gue menemukan ketulusan dari murninya persahabatan. Disini gue merasa dipeluk dengan kasih sayang yang abstrak, tapi begitu nyata. Kehangatan didinginnya kehidupan luar, dengan perasaan yang selalu membakar gue untuk semangat. Meski kata sayang ga pernah terucap, dan kata cinta ga akan pernah membuat gue berbunga-bunga, karna memang begitulah persahabatan. Jadi wajar kalo sampai sekarang gue masih jomblo dan ga mikirin pacaran, karna dengan apa adanya sekarangpun gue merasa sangat beruntung. Karna ga punya kata romantis yang bisa gue ungkapkan untuk persahabatan ini, maka AKU MENYEBUTNYA MERPATI. Karna merpati itu indah saat bersama merpati lainnya, sama seperti kalian para sahabatku. Indah ceritaku karna kalian bersamaku.

Behind de teks
“eh kacang ijo buatan ku tuh enak Ndut, cuma kuahnya aja yang tumpah” dan Anang pun nyobain kacang ijonya, 5 detik kemudian muka masam menandakan ada sesuatu yang tidak enak :P
“Tiko, aku mau konsul, blablablabla…..” Ayuk dan Tika memberi saran paling masyur #PirnaPuas
“Jangan kaya gitu tik, ga bole kaya gitu” Tika diam trus pergi #IstaMukaSokSerius
“Ga apa Tik, kita pasti bantuin kok. Semangat Tik!” #PelukCok
“Aku ga suka susu, duren, apalagi tape” Tika dan Ardel bengong ga lama bisik-bisik
------------------------------------------


#DIBUAT UNTUK PARA SAHABAT-SAHABATKU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar